Boys’ Brigade

00.15 Diposting oleh Di Hidayat

Boys’ Brigade didirikan pada tanggal 4 Oktober 1883 oleh Sir William Alexander Smith ketika dia membentuk sebuah cabang dengan 35 anak laki-laki di Free Church Mission Hall, North Woodside Road, Glasgow, Scotland, Inggris. Sir William Alexander Smith adalah seorang perwira sukarelawan pasukan cabang “Ist Lanark Rifle Volunteers” pada dunia militer kerajaan Inggris. Namun dia adalah seorang kristen yang saleh. Dia aktif sebagai guru sekolah minggu. Diilhami oleh pemikiran disiplin dan percaya diri dan kerja sama dikalangan militer, Sir William Alexander Smith membentuk sekolah minggu sebagai suatu gerakan berseragam yang dinamakan BOYS’ BRIGADE (Boys’ karena kelasnya waktu itu khusus anak laki-laki), melihat keunikan sekolah minggu ini banyak anak-anak yang tertarik dan bergabung. Pada mulanya ada 59 anak-anak yang bergabung, tetapi kemudian banyak pula yang keluar lagi sehingga tinggal 35 anak-anak. Tahun pertama keseragaman hanya ditandai dengan pemakaian pita sebagai badge/lencana. Kemudian tahun-tahun berikutnya ditambah dengan topi, selempang dan tali pinggang. Ternyata pakaian seragam dan kegiatan yang dilakukan didalam kelas maupun diluar/lapangan banyak menarik hati para anak-anak, sehingga Boys’ Brigade berkembang dengan cepat. Pada tahun 1886 diadakanlah perkemahan remaja yang pertama di dunia. Boys’ Brigade merupakan organisasi remaja berseragam yang pertama di dunia. Dari satu cabang yang kecil berkembang terus menjadi suatu organisasi yang besar. Sekarang ini Boys’ Brigade telah tersebar di lebih dari 60 negara. Sekarang ini Boys’ Brigade berkembang dilebih dari 60 negara. Organisasi lain yang muncul kemudian setelah diilhami Boys’ Brigade adalah : Church Lad’s Brigade (1980), Boys Life Brigade (1899), The Jewish Lad’s Brigade (1900), Catholic Boys’ Brigade (1900), Girls Guildry (1900), Girls Life Brigade (1902), The Boy Scouts (1908), The Girl Guider (1910).
Keseluruhan organisasi diatas berdasarkan ide tahun 1883 dari Sir William Alexander Smith.
MOTTO Yakin dan Teguh (Sure and Stedfast) diambil dari kitab Ibrani 6:19. Kata Yakin dalam terjemahan Alkitab sekarang adalah Yakin menjadi kuat dan Teguh menjadi aman. LOGO Logo asli adalah sebuah jangkar/sauh. Seperti motto, yang diambil dari ayat “Pengharapan itu adalah sauh …………………………..” (Ibrani 6:19). Dengan bergabungnya Boys’ Brigade dengan The Boys’ Life Birgade pada tahun 1926, maka sebuah salib merah ditambahkan ke sauh/jangkar tersebut.
TUJUAN PUTRA PENGABDI Tujuan dari Putra Pengabdi adalah memperkenalkan Kerajaan Allah ditengah anak-anak dan remaja , serta mempromosikan atau membina sifat saling menghargai, disiplin, rasa hormat dan kepercayaan diri, serta segala tingkah laku yang menuju kepada kehidupan kristen sejati. Tujuan ini tetap sama dari sejak permulaan dengan tambahan sifat taat pada tahun 1893.Walaupun demikian, tujuan yang hendak dicapai itu secara sederhana ditetapkan dalam tujuan akhir dari cabang Putra Pengabdi.
Disamping tujuan utama diatas, Putra Pengabdi : • Membantu anggota dalam menumbuhkan karakter-karakter kristen. • Melatih anggota menjadi warga negara yang setia dan bertanggung jawab. • Memperkenalkan kegiatan jasmani dan mengembangkan kemampuan memimpin. METODE Metode untuk mencapai tujuan dari Putra Pengabdi adalah dengan memberikan sesuatu yang berarti dan program yang menarik tentang pendidikan, kesehatan jasmani, sosial dan kerohanian, yang didasarkan atas 2 tonggak , yakni : Pendidikan Agama Kristen dan Disiplin, dibawah bimbingan dari orang yang lebih dewasa sebagai pembina (officer).
Melatih kerangka kerja berupa pakaian seragam, pemberian lencana, latihan baris-berbaris, kebiasaan berdisiplin, rasa percaya diri, kebanggaan dan kerja sama kelompok akan dibangunkan pada anak-anak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya


Adanya keinginan untuk memperkenalkan/memperluas The Boys’ Brigade ke Indonesia pada tahun 1960-an. Tahun 1984 Mr.Sam Tan mengadakan kunjungan ke Medan untuk memenuhi undangan Gereja Methodist Indonesia dengan mengirimkan beberapa utusan ke Singapura untuk mempelajari tentang Boys’ Brigade dan perannya terhadap Gereja. Undangan ini diterima pada tahun 1984 bulan Juni, tiga utusan yang terdiri dari : Pdt.PH.Pasaribu, Pdt.RPM.Tambunan, Pdt.J.Gultom, menuju ke Singapura untuk mempelajari tentang Boys’ Brigade yang dibimbing oleh Mr.Lim Khay Tham. Hubungan pertama ini dilanjutkan dengan beberapa kali kunjungan oleh pihak BB Singapura ke Medan dan juga dari Medan ke Singapura.
Hasil dari latihan yang diberikan oleh pihak BB Singapore adalah dengan berdirinya sebuah cabang Putra Pengabdi pertama di GMI Medan Selatan pada tahun 1986, dan kemudian diikuti oleh cabang 2 GMI Mandala, dan cabang 3 GMI Medan Timur.
Dengan berdirinya cabang pertama pada tahun 1986, maka Putra Pengabdi mengangkat seorang Sekretaris Eksekutif untuk menjalankan tugas-tugas dari Putra Pengabdi. Dan yang menjabat sebagai Presiden Putra Pengabdi GMI adalah Pdt. P.H. Pasaribu, STh.
Bantuan yang diberikan bukan hanya sebatas kunjungan-kunjungan, namun bantuan materil juga diberikan sebagai penunjang berjalannya kegiatan Putra Pengabdi.
Kunjungan selanjutnya , dilakukan oleh oleh Captain 40th Singapore Company, Mr.Richard Tan, yang mana beliau melanjutkan kunjungan yang biasanya dilakukan oleh Sekretaris Eksekutif BB S’pore Mr.Lim Khay Tham. Dalam kunjungan yang dilakukan, beliau mengharapkan supaya Putra Pengabdi Indonesia bisa semakin dikembangkan bukan hanya di Medan, namun disebar luaskan sampai keseluruh jajaran gereja-gereja lainnya.
Putra Pengabdi di Indonesia dibawah naungan dari Departemen PI dan Pembinaan Gereja Methodist Indonesia yang berkedudukan di Kantor Pusat GMI, Medan.
Setelah berdirinya cabang 1 GMI Medan Selatan, Putra Pengabdi mengalami kesenjangan dan untuk kurun waktu tertentu, cabang-cabang yang telah dibentuk tidak aktif lagi melakukan kegiatan. Dan pada tanggal 16 Juni 1991, Kantor Pusat GMI mengirimkan 4 utusan yang terdiri dari Horbanus Simanjuntak, STh, Petrus CF., Resien, dan Meisien. Maksud dari latihan ini bertujuan untuk melanjutkan kegiatan Putra Pengabdi yang telah ada sebelumnya di Indonesia khususnya di Medan.
Sekembalinya utusan dari Singapura Horbanus Simanjuntak, STh, menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif, yang bertugas di Kantor Pusat Gereja Methodist Indonesia , Jalan Hang Tuah No.8 Medan. Pekerjaan Administratif dilakukan oleh Sekretaris Eksekutif. Cabang yang aktif pada saat itu adalah, Cabang 4 Markoni dan Cabang 5 Tanjung Morawa.
Pakaian seragam sederhana mulai dipakai pada tanggal 22 November 1991 oleh Cabang 5 Tanjung Morawa dan kemudian disusul dengan perlengkapan-perlengkapan lainnya. Pada bulan Desember 1991 untuk pertama sekali Putra Pengabdi Indonesia merayakan Natal Bersama di GMI Markoni.
Putra Pengabdi resmi menjadi anggota dari World Conference pada tahun 1992, dengan masuknya Putra Pengabdi menjadi anggota dari World Conference maka secara otomatis Putra Pengabdi menjadi anggota dari EARF (East Asia Regional Fellowship), yang mana merupakan bagian dari World Conference. Dan pada tahun yang sama Sekretaris dari World Conference Mr. Eric Woodburn mengadakan kunjungan ke Putra Pengabdi Medan.
Dengan pengetahuan yang cukup minim mengenai perkemahan , maka pada tahun 1992 Putra Pengabdi mengadakan perkemahan yang pertama di Bukit Lawang. Dimana maksud dari kegiatan perkemahan ini untuk menjalin persaudaraan antar anggota di cabang-cabang yang ada. Dan selanjutnya kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Putra Pengabdi Pusat.
Pada tahun 1992, untuk kesekian kalinya calon officer dari cabang-cabang yang akan dibuka diberikan kesempatan untuk mengikuti training dasar di KAMPAR, Malaysia. Para calon officer yang diutus, yaitu : Balal Simorangkir (GMI Mandala), Budi Pasaribu (GMI Reinata), Meishe (GMI L.Pakam), dan July (GMI Perbaungan). Keempat utusan tersebut didampingi oleh Sekretaris Eksekutif PP Indonesia , Petrus dan Officer Senior Resien.
Pada tahun 1993, untuk pertama sekali Putra Pengabdi GMI mengadakan pertandingan persahabatan antar cabang yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli.

0 komentar: